Manfaat dan Risiko Memiliki Banyak Rekening Bank
Memiliki banyak rekening bank sering kali dianggap sebagai tanda keberhasilan atau kesiapan finansial seseorang. Namun, terlalu banyak rekening ternyata bisa menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik. Hal ini karena potensi rekening menjadi pasif atau bahkan dormant (tidak aktif) meningkat, yang bisa membuka celah bagi kejahatan seperti pencurian identitas atau pencucian uang.
Menurut Perencana Keuangan Finante Rista Zwestika, jumlah rekening sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan agar tetap aman dan mudah dikelola. “Rata-rata 3–4 rekening sudah cukup sehat, lebih dari itu biasanya akan sulit dipantau,” ujarnya kepada REFORMASI.CO.ID, Sabtu (4/10/2025).
Jenis-Jenis Rekening yang Dibutuhkan
Secara umum, rekening dapat dibagi berdasarkan kegunaannya. Berikut beberapa jenis rekening yang disarankan:
- Rekening utama: Digunakan untuk menerima gaji atau penghasilan. Rekening ini menjadi tempat semua pemasukan masuk.
- Rekening operasional: Untuk kebutuhan harian, tagihan, dan belanja rutin. Rekening ini sangat penting dalam mengelola pengeluaran bulanan.
- Rekening tabungan dan investasi: Rekening ini perlu dipisahkan agar lebih disiplin menabung dan berinvestasi. Dengan demikian, dana yang ditabung atau diinvestasikan tidak tercampur dengan dana operasional.
- Rekening darurat: Sebagai cadangan untuk situasi mendesak. “Jangan dipakai kecuali kepepet,” tambah Rista.
Akses yang Lebih Mudah ke Rekening
Saat ini, bank konvensional maupun digital telah memberikan akses yang mempermudah nasabah untuk membuka rekening dalam satu aplikasi atau dalam bentuk kantong-kantong keuangan. Hal ini membuat pengelolaan keuangan semakin fleksibel dan efisien.
Risiko Terlalu Banyak Rekening
Meskipun memiliki banyak rekening bisa terlihat menguntungkan, ternyata memiliki risiko tersendiri. Salah satunya adalah rekening bank yang rawan menjadi rekening pasif atau dormant. Ketika saldo nol dan tidak digunakan, rekening ini tetap bisa dikenakan biaya administrasi, dan lama-lama bisa ditutup.
Selain itu, terlalu banyak memiliki rekening juga meningkatkan risiko keamanan. Rekening tidur bisa menjadi target penjahat untuk money mule atau dipinjam identitasnya untuk pencucian uang. Selain itu, terlalu banyak rekening juga bisa menyebabkan kerepotan administrasi. “Makin banyak rekening, makin susah diatur dan dipantau cashflow-nya,” tutup Rista.

