NEW YORK, Aksaraintimes.idHarga emas dunia menguat lebih dari 2 persen pada akhir perdagangan Senin (20/10/2025) waktu setempat atau Selasa (21/10/2025) pagi WIB, dan kembali mendekati level tertinggi.
Penguatan ini didukung oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS), serta meningkatnya permintaan aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian global, termasuk ketegangan perdagangan AS-China.
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 2,3 persen menjadi level 4.346,39 dolar AS per ounce. Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 3,5 persen ke posisi 4.359,40 dolar AS per ounce.
Sebelumnya, harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada level 4.378,69 dolar AS per ons dalam perdagangan Jumat pekan lalu.
Namun, harga emas sempat turun 1,8 persen akibat pernyataan Presiden AS Donald Trump yang meredakan sebagian ketegangan dagang dengan Tiongkok.
“Sentimen politik dan ekonomi yang tidak pasti mendorong investor kembali masuk ke pasar emas setelah aksi jual tajam pada Jumat lalu,” kata Managing Partner CPM Group, Jeffrey Christian.
Ia juga memperkirakan tren harga emas akan terus meningkat ke depannya, dengan tidak menutup kemungkinan bisa menembus level 4.500 dolar AS per ounce dalam waktu dekat.
Ketidakpastian politik di AS juga menjadi faktor yang memperkuat harga emas. Penutupan (shutdown) pemerintahan AS telah memasuki hari ke-20 pada Senin, setelah Senat kembali gagal mencapai kesepakatan.
Situasi ini menyebabkan keterlambatan rilis sejumlah data ekonomi penting, termasuk indeks harga konsumen (CPI) yang dijadwalkan terbit Jumat mendatang.
Di tengah ketidakpastian tersebut, pasar memperkirakan peluang sebesar 99 persen bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga acuan dalam pertemuan minggu depan, dengan potensi penurunan lanjutan pada Desember 2025.
Dalam lingkungan suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil memang menjadi semakin menarik bagi investor.
Selain itu, pasar juga memperhatikan rencana pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam rangka melanjutkan pembicaraan perdagangan kedua negara.
Ketidakpastian mengenai hubungan dagang antara AS dan Tiongkok dianggap berpotensi mendorong harga emas ke level yang lebih tinggi.
“Saya tidak akan terkejut jika emas melampaui 5.000 dolar AS per ounce pada tahun depan, terutama jika ketegangan politik global terus memburuk,” tambah Christian.

