Site icon Aksaraintimes.id

Hamas Umumkan Kematian Abu Ubaida dalam Perang Lawan Israel



Pada hari Senin (29/12), kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengonfirmasi kematian komandan militer mereka, Abu Ubaida, serta beberapa pejabat lainnya selama konflik dua tahun melawan Israel di Jalur Gaza.

Dalam sebuah pernyataan rekaman yang dirilis oleh sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam, mereka menyampaikan rasa duka atas kematian Abu Ubaida. Nama asli dari Abu Ubaida disebutkan sebagai Hudhayfah Abdullah al-Kahlout. Ia dikenal sebagai juru bicara Brigade Al-Qassam yang sering muncul dengan wajah tertutup dalam setiap pernyataan resmi.

Abu Ubaida berperan sebagai suara utama Brigade Al-Qassam selama perang Gaza. Ia memiliki gaya pidato yang tegas dan terstruktur, serta mampu menciptakan citra perlawanan yang kuat di kalangan pendukungnya. Pada kesempatan ini, Hamas merilis foto pertama Abu Ubaida tanpa penutup wajah.

Menurut laporan, Israel mengeklaim telah membunuh Abu Ubaida dalam serangan besar-besaran di Gaza City pada awal September 2025.

Kematian Komandan Lainnya

Selain Abu Ubaida, Hamas juga mengumumkan kematian beberapa komandan penting lainnya. Salah satunya adalah Mohammed Sinwar, kepala staf Hamas. Ia diketahui memimpin Brigade Al-Qassam selama masa yang sangat sulit, menggantikan Mohammed Deif, mantan komandan militer kelompok tersebut.

Hamas juga menyatakan bahwa Mohammed Shabana, komandan Brigade Rafah, gugur dalam pertempuran. Ia tewas bersama Yahya Sinwar, pemimpin politik Hamas.

Daftar Kematian Komandan Militer

Dalam daftar kematian yang dirilis, terdapat Hakam Al-Issa, yang menurut Hamas memegang berbagai peran kepemimpinan. Ia bertanggung jawab atas pelatihan dan akademi militer.

Selain itu, Hamas juga menyatakan bahwa Raed Saad, yang diidentifikasi sebagai kepala divisi manufaktur dan mantan kepala operasi, juga tewas.

Peran Komandan dalam Perang Gaza

Kematian para komandan ini menunjukkan intensitas perang yang terjadi di Jalur Gaza. Setiap kehilangan yang dialami Hamas dapat memberikan dampak signifikan terhadap struktur organisasi dan strategi perang mereka.

Para komandan yang gugur tidak hanya merupakan tokoh militer, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga solidaritas dan semangat perlawanan di kalangan pendukung Hamas. Dengan hilangnya tokoh-tokoh ini, kemungkinan besar akan terjadi perubahan dalam dinamika perang dan komunikasi dari pihak Hamas.

Pengumuman kematian ini juga menjadi indikasi bahwa konflik antara Hamas dan Israel masih berlangsung secara intens, dengan korban jiwa yang terus meningkat.

Exit mobile version