Site icon Aksaraintimes.id

Guru SMP di Kangae Sikka Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar

Kecelakaan Berupa Gantung Diri Mengakhiri Hidup Seorang Guru

Seorang guru di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya. Korban yang bernama YA (34 tahun) diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Menurut informasi yang diperoleh, korban pertama kali ditemukan oleh saudara kandung dan kakak iparnya di dalam kamar dalam keadaan tergantung. Kejadian ini berlangsung setelah korban pulang dari Kupang dan tiba di Bandara Frans Seda Maumere pada hari Minggu (12/4/2026) sore. Keluarga sebelumnya telah berkomunikasi dengan korban bahwa mereka akan menjemputnya di bandara. Namun, saat tiba di bandara, mereka tidak bertemu dengan YA.

Kemudian, korban sempat menelepon dan memberi informasi bahwa ia sudah berada di rumahnya di Watuliwung. Setelah mendengar informasi tersebut, kakak ipar dan saudara kandung korban langsung pergi ke rumah korban. Saat sampai di rumah, mereka memanggil korban tetapi tidak ada jawaban. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah dan membuka pintu kamar korban. Ketika pintu terbuka, mereka melihat korban sedang tergantung menggunakan seutas tali.

Kaget dengan kondisi korban, keduanya segera mencoba memegang dan mengangkat kaki korban sambil mencari parang untuk memotong tali. Mereka juga memeriksa tubuh korban dan menemukan bahwa kaki dan badannya masih terasa hangat. Selain itu, keringat juga keluar dari dahi dan kepala korban.

Setelah berhasil menurunkan korban, mereka berteriak meminta bantuan kepada tetangga. Lalu, mereka meraba denyut nadi di tangan korban dan masih terasa bergerak. Keluarga kemudian membawa korban keluar rumah dan mencari kendaraan pikap untuk membawanya ke Rumah Sakit TC Hillers Maumere guna mendapatkan pertolongan medis.

Sesampainya di ruangan IGD Rumah Sakit TC Hillers Maumere, dokter jaga melakukan upaya pertolongan dan pemeriksaan. Akhirnya, disampaikan bahwa korban telah meninggal dunia.

YA adalah seorang guru P3K di salah satu SMP di Kecamatan Kangae dan tinggal sendiri di rumahnya. Sedangkan ibu korban sering sakit-sakitan sehingga tinggal bersama saudara kandung korban.

Dalam penjelasan Kasie Humas Polres Sikka, Ipda Leo Tunga, keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi serta visum luar. Selanjutnya, keluarga YA membuat pernyataan penolakan terhadap pemeriksaan otopsi. Saat ini, korban YA sedang disemayamkan di rumah duka di desa Watuliwung.


Exit mobile version