Site icon Aksaraintimes.id

Gempa 5,2 SR Guncang Halmahera Timur, BMKG: Akibat Sesar Aktif Dangkal

Gempa Magnitudo 5,2 Mengguncang Halmahera Timur

Pada hari Minggu, 23 November 2025 pukul 10.19.57 WIB, wilayah Halmahera Timur, Maluku Utara, diguncang gempa dengan kekuatan Magnitudo (M) 5,2. Gempa ini terjadi di darat dan diikuti oleh satu gempa susulan yang tercatat dengan magnitudo M 3,5.

Lokasi dan Kedalaman Gempa

Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempabumi berada pada koordinat 1,28° LU ; 128,60° BT, tepatnya di darat wilayah Halmahera Timur. Gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal karena kedalamannya hanya 10 km. Hal ini membuat guncangan terasa lebih nyata di daerah sekitar.

Penyebab Gempa

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini terjadi akibat aktivitas sesar aktif. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” ujarnya dalam keterangan resmi BMKG.

Selain itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip). Mekanisme ini terjadi ketika dua blok batuan saling bergeser secara mendatar.

Tidak Berpotensi Tsunami

Hasil pemodelan resmi BMKG menunjukkan bahwa gempa M 5,2 ini tidak berpotensi tsunami. Meskipun demikian, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada mengingat adanya gempa susulan.

Intensitas Guncangan

Gempabumi ini dirasakan di daerah Tobelo dengan skala intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity). Intensitas III MMI berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa seperti truk lewat.

Gempa Susulan yang Terjadi

Hingga pukul 10.40 WIB, monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempabumi susulan dengan magnitudo M 3,5. Daryono menyampaikan perkembangan tersebut dalam keterangannya.

Imbauan dari BMKG

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada. Masyarakat di Halmahera Timur diharapkan memastikan bangunan tempat tinggal mereka tidak mengalami kerusakan struktural.

Informasi resmi dan terverifikasi hanya tersedia melalui kanal komunikasi resmi BMKG. Masyarakat dihimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.

Langkah Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat

Kesadaran masyarakat akan risiko gempa sangat penting dalam menghadapi bencana alam. Pemerintah dan instansi terkait terus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat agar bisa merespons dengan cepat dan tepat.

Dengan adanya gempa susulan, masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan menjaga kesiapan dalam menghadapi kemungkinan bencana lainnya.

Exit mobile version