Kebersamaan di Tengah Banjir Rob
Pukul 00.30 Wita, malam hari yang biasanya diisi dengan keheningan dan kenyamanan di rumah, justru menjadi waktu istimewa bagi dua bocah kecil. Di Jalan Jafri Zam-zam, genangan air banjir rob mencapai betis orang dewasa, namun hal itu tidak menghalangi Mirza dan adiknya Daffa untuk bermain.
Mirza, siswa kelas 6 SD, dan Daffa, siswa kelas 4 SD, terlihat asyik berlarian di antara genangan air. Meskipun tubuh mereka basah kuyup, wajah mereka penuh tawa dan kegembiraan. Mereka sesekali duduk di sisi jalan yang masih tergenang, memandangi kendaraan yang melintas sambil memainkan gelombang kecil yang tercipta dari aliran air.
Ketika ditanya mengapa mereka masih bermain meski larut malam, Daffa hanya menjawab singkat, “Bermain.” Jawaban polos itu seakan menggambarkan dunia anak-anak yang tak mengenal batas waktu, bahkan di tengah banjir yang bagi orang dewasa lebih banyak membawa cemas.
Mirza menambahkan dengan nada ringan, “Belum lagi nanti jam 1 balik.” Seolah banjir bukan ancaman, melainkan arena bermain yang jarang mereka temui. Pelataran rumah mereka juga ikut terdampak banjir rob, namun bagi kakak beradik ini, air yang naik sejak malam menjadi kesempatan untuk bersenang-senang.
“Kami kakak beradik Om,” kata Mirza sambil tersenyum, menegaskan kebersamaan mereka di tengah kondisi yang bagi sebagian orang dianggap merepotkan.
Di balik tawa dua bocah itu, banjir rob tetap menyisakan cerita lain. Banyak kios dan ruko yang terendam, sampah yang hanyut dari TPS, serta warga yang berjaga menanti air surut. Namun malam itu, di sudut jalan Jafri Zam-zam, banjir menghadirkan wajah berbeda, wajah masa kecil yang menemukan kebahagiaan sederhana di tengah genangan.
Setelah asik bermain dan mengetahui sudah lewat tengah malam, merekapun bergegas pulang karena sadar pagi hari mereka harus berangkat sekolah.
“Nggih sekolahan esok, ayo nah bulikan,” ajak Daffa kepada kakaknya Mirza.
Kehidupan di Tengah Banjir
Banjir rob tidak hanya menjadi tantangan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momen unik bagi anak-anak. Dalam situasi yang bisa dianggap sulit, dua bocah ini justru menemukan cara mereka sendiri untuk bersenang-senang. Mereka tidak memandang banjir sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk bermain dan bersuka cita.
- Bermain di genangan air
- Mengamati kendaraan yang melintas
- Menikmati tawa dan kebersamaan
Ini adalah contoh bagaimana anak-anak dapat menemukan kebahagiaan dalam situasi yang mungkin tidak menyenangkan bagi orang dewasa. Mereka tidak memikirkan masalah atau kekhawatiran, hanya fokus pada kegembiraan saat ini.
Harapan dan Tantangan
Meskipun kebahagiaan bisa ditemukan di mana saja, banjir rob tetap menjadi tantangan besar bagi warga setempat. Banyak hal yang terganggu, termasuk aktivitas ekonomi dan kebersihan lingkungan. Namun, ada juga sisi positif dari banjir ini, yaitu kebersamaan dan kegembiraan yang muncul dari tawa dua bocah kecil.
- Kios dan ruko terendam
- Sampah hanyut dari TPS
- Warga berjaga menanti air surut
Namun, di tengah semua kesulitan tersebut, ada harapan bahwa kehidupan akan kembali normal. Semoga kebahagiaan yang ditemukan oleh Mirza dan Daffa bisa menjadi inspirasi bagi yang lain.
