Kembali ke Rumah, Bilqis Mengalami Penculikan yang Menyentuh Hati
Bilqis Ramdhani (4), balita asal Makassar yang diculik, sempat ketakutan saat bertemu polisi penjemputnya di wilayah Merangin, Jambi. Tangis haru pecah di tengah hutan Kabupaten Merangin, Jambi, saat polisi akhirnya berhasil membawa pulang Bilqis. Bocah itu telah dibeli dan diasuh selama beberapa hari oleh warga Suku Anak Dalam (SAD) di Merangin, yang menganggapnya sebagai anak sendiri.
Bilqis sempat mengira Suku Anak Dalam adalah keluarganya. Untuk mendapatkan kembali Bilqis, polisi harus bernegosiasi selama dua malam penuh dengan para tetua adat SAD. Negosiasi itu berlangsung sejak Jumat (7/11/2025) hingga Sabtu malam di wilayah pedalaman yang hanya bisa ditempuh lewat perjalanan darat belasan jam.
Pada Sabtu malam (8/11/2025), setelah perjuangan panjang, Bilqis akhirnya diserahkan oleh pihak adat kepada empat polisi dari Sulsel yang menjemputnya di tengah hutan dalam kondisi gelap gulita wilayah Tabir Selatan, Merangin, Jambi. Namun suasana berubah haru ketika bocah itu menolak digendong polisi, karena telah menganggap warga di kampung adat itu sebagai keluarganya.
Namun setelah polisi melakukan video call dengan ibunya, barulah Bilqis mau dibawa. “Hubungan emosional sudah terjalin. Bilqis mengira mereka orang tuanya. Kami semua menahan air mata,” ungkap Kasubnit II Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriyadi Gaffar, yang ikut menjemput Bilqis. Sebagai seorang ayah, Supriyadi mengaku tak kuasa menahan tangis saat pertama kali menggendong Bilqis. “Sedih sekali. Kami juga orang tua, bisa merasakan bagaimana perasaan ayahnya,” ucapnya lirih.
Bilqis Cerita Diberi Makan Mie Instan dan Cemilan
Kini, Bilqis sudah kembali kepada orangtuanya di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Setelah bertemu dengan kedua orangtuanya, Bilqis pun menceritakan yang dialaminya di sana. Rupanya selama hampir sepekan diculik, Bilqis hanya diberi makan mi instan. “Ditanya makan apa nak? Dia bilang mi, cemilan, itu aja,” kata sang ayah, Dimas. Ia mengaku sempat stres selama anaknya hilang hampir sepekan. “Paling beratnya itu waktu antar pulang, melewati Makassar, kabarnya tidak ada, simpang siur. Saya kadang pusing, stres gitu,” kata Dimas.
Bilqis diculik saat ikut ayahnya Dwi Nurmas (34) bermain tennis di Taman Pakui Sayang, Jl AP Pettarani, Makassar, sekitar dua kilometer dari rumahnya, Minggu (2/11/2025). Enam hari berselang atau Sabtu (8/11/2025) Bilqis ditemukan di kawasan hutan perkampungan adat di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, 2.611 kilometer dari Kota Makassar. Minggu (9/11/2025) Bilqis dibawa ke Makassar, diserahkan ke keluarganya. Sang ayah tak kuasa menahan tangis melihat buah hatinya selamat, sementara senyum Bilqis terus mengembang.
Negosiasi Alot dan Penjemputan Berlangsung Dramatis
Upaya empat polisi asal Makassar untuk menjemput Bilqis dari tangan warga yang membelinya pun berlangsung alot dan dramatis. Mereka adalah Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Dr Nasrullah, Kasubnit II Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriyadi Gaffar dan dua personel Jatanras Polrestabes Makassar lainnya, Bripka Megawan Parante dan Briptu Muh Arif.
Sesampainya di Jambi, Bilqis telah dijual tersangka MA dan AS ke penduduk perkampungan adat Kabupaten Merangin, dengan harga Rp 60 juta. Untuk menuju perkampungan adat itu, kata Kasubnit II Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriyadi Gaffar harus melalui jalan yang dikelilingi kawasan hutan. Dibantu polisi setempat, Ipda Supriyadi Gaffar dan Iptu Nasrullah pun bertemu pemangku ada perkampungan itu.
“Kami memohon bahwa anak itu tidak sama dengan kalian. Kami ini dengan hati nurani dengan tugas kami emban kalau tidak pulang anak itu kami juga tinggal,” ucap Ipda Supriyadi Gaffar menggambarkan proses negosiasi. “Jadi dibujuk-bujuk, berupaya lah mereka untuk menyerahkan,” lanjutnya. Upaya negosiasi itu, lanjut Ipda Supriyadi Gaffar sangatlah alot. Butuh dua malam satu hari agar Bilqis diserahkan ke polisi.
Bantah Ada Penyerahan Uang
Beredar kabar, ada negosiasi berupa penyerahan sejumlah uang. Namun, Supriyadi membantah hal itu. “Tidak ada (negosiasi uang). Karena itu terkait dengan nyawa orang. Jadi mereka juga punya hati nurani, kami memberikan pengertian bahwa posisikan diri anda bagaimana kalau anak anda diculik,” ucapnya. “Kalaupun ada anak-anak lain di dalam itu kan resmi ada orang tuanya yang menyerahkan sendiri untuk dirawat,” ucapnya lagi.
4 Tersangka Penculikan Bilqis
Empat tersangka penculikan bocah empat tahun, Bilqis di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terancam 15 tahun penjara. Keempatnya adalah perempuan SY (30). Pekerjaan PRT (Pekerja Rumah Tangga). Alamat Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Kedua, perempuan NH (29). Pekerjaan pengurus rumah tangga. Alamat Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jateng (Jawa Tengah). Ketiga, perempuan MA (42). Pekerjaan PRT. Alamat Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Dan keempat pria inisial AS (36). Karyawan honorer. Alamat Kecamatan Bangko, Merangin, Provinsi Jambi.
Keempat tersangka dihadirkan saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar. Mereka mengenakan kaos orange bertuliskan tahanan dengan tangan terborgol. Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro merilis pengungkapan itu didampingi Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana dan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Kronologi Penculikan Bilqis
Sebelumnya, Bilqis diculik oleh pelaku bernama Sri Yuliana di Makassar, Sulawesi Selatan. Saat itu Bilqis sedang menemani ayahnya Dwi Nurmas (34) melatih tenis di Taman Pakui Sayang, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (2/11/2025). Dwi Nurmas datang sekitar pukul 08.05 WITA bersama Bilqis yang kemudian bermain di playground di dekat lapangan tenis. Sekitar pukul 09.00 WITA, Dwi Nurmas pun kehilangan putrinya. Dari rekaman CCTV, pelaku bernama Sri Yuliana alias Ana terlihat membawa Bilqis. Rupanya, ia membawa Bilqis untuk kemudian dijual Rp 3 juta. Anak mengaku tidak mengintai Bilqis. “Itu anak bermain, jadi saya tanya mana mama mu, dia jawab tidak ada, terus saya tanya lagi mana bapak mu, dia cuma geleng-geleng,” kata dia. Ana juga berdalih kalau dirinya tidak menawarkan apapun pada Bilqis. “Tidak ada saya tawarkan, hanya saya bilang, sini mau kau ikut dengan saya,” ucapnya. Ia kemudian tega menjual Bilqis Rp 3 juta pada wanita kenalannya di Facebook. “Awalnya dia mau ambil itu anak (Bilqis) untuk dirawat dengan baik. Dia menawarkan uang Rp 3 juta, dia sudah transfer Rp 500.000 ke rekening saya,” kata dia lagi. Rupanya setelah itu, Bilqis dibawa ke Jambi dan dijual Rp 80 juta.

