Aksaraintimes.id, SIDOARJO
Kecemasan Seorang Ayah
Abdul Hanan merasakan campur aduk saat mendengar berita tentang robohnya musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, tempat di mana anaknya, Alfatih Cakrabuana, menuntut ilmu. Saat mendengar kabar tersebut, panik melanda pikirannya. Ia langsung berangkat dari Bangkalan, Madura, tanpa helm, hanya memikirkan keselamatan anaknya.
“Saya dapat kabar melalui WhatsApp. Romo yai mengabarkan bahwa musala roboh. Segera saya ambil motor,” ungkap Abdul Hanan pada Jumat (3/10/2025).
Menunggu dengan Harapan
Selama tiga hari, Abdul menunggu dengan cemas informasi mengenai anaknya yang masih dicari bersama santri lainnya. Dalam saat-saat tersebut, ia tak henti-hentinya berdoa, melantunkan surah-surah dalam Al-Quran, terutama surat Al-Kahfi dan selawat.
“Saya yakin anak saya masih hidup, meski saya takut dia stres di bawah reruntuhan. Doa saya hanya satu: semoga dia selamat,” kenangnya.
Harapan Abdul terjawab ketika akhirnya anaknya ditemukan dalam keadaan selamat. Tangis haru pecah saat keluarga mendapati Alfatih dievakuasi dari reruntuhan musala di RSUD Notopuro, Sidoarjo.
“Alhamdulillah, saya sujud syukur. Saya minta bayaran kepada Allah, bayaran saya adalah keselamatan anak saya. Jika harus miskin, tidak masalah, yang penting anak saya selamat,” ucapnya lirih.
Pelajaran dari Tragedi
Abdul berharap tragedi ini menjadi pelajaran berharga untuk semua pihak. “Jangan saling menyalahkan. Kiai pondok sudah berusaha keras membangun fasilitas untuk santri. Semoga ke depan ada dukungan dari pemerintah agar bangunan pesantren lebih aman,” pesannya.
Makna Surah Al-Kahfi
Surah Al-Kahfi adalah surah ke-18 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 110 ayat. Surah ini diturunkan di Makkah dan memiliki banyak pelajaran penting. Dalam surah ini, terdapat kisah Ashabul Kahfi—sekelompok pemuda beriman yang berlindung di dalam gua untuk menjaga akidah mereka dari penguasa zalim.
Beberapa pelajaran dari Surah Al-Kahfi antara lain:
* Keteguhan Iman: Kisah Ashabul Kahfi menunjukkan keberanian moral dalam menolak penyembahan berhala.
* Bahaya Kesombongan: Dapat dilihat dari kisah pemilik dua kebun yang lupa bersyukur.
* Ilmu dan Hikmah Allah: Kisah Musa dan Khidr mengajarkan bahwa tidak semua hal bisa dijelaskan dengan logika manusia.
* Keadilan dan Kepemimpinan: Dzulqarnain menjadi contoh pemimpin yang adil dan bertanggung jawab.
* Pesan Akhirat dan Tauhid: Penekanan tentang hari kiamat dan perlunya ikhlas dalam beribadah.
Surah ini sangat dianjurkan untuk dibaca pada hari Jumat karena memiliki keutamaan sebagai pelindung dari fitnah Dajjal.
Permintaan Pertama Alfatih
Setelah diselamatkan, permintaan pertama Alfatih membuat semua orang terharu. “Dia minta es. Katanya haus. Sementara orang lain sedih, dia malah tertawa,” ujar Abdul Hanan.
Alfatih menceritakan pengalaman tiga harinya yang terasa seperti mimpi. “Bangun tidur kayak ada gempa, lalu lari, kemudian pingsan. Ketika sadar sudah gelap, saya tidur lagi. Di mimpi, saya merasa seperti jalan-jalan naik pick-up,” ucapnya polos.
Proses Penyelamatan
Penyelamatan dilakukan dengan dua cara: manual dan menggunakan alat berat. Alat berat digunakan untuk mengangkat balok beton dan puing-puing, sementara cara manual digunakan untuk menyisir area di bawah reruntuhan.
“Kita masih terus berusaha. Alat berat beroperasi untuk menjangkau sisi depan, atas, dan bagian samping. Sekitar 50 persen sudah terangkat,” kata Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Avianto.
Dari pencarian tersebut, dua korban ditemukan di dekat area wudhu, dan satu korban lainnya di sebelahnya. Hingga Jumat (3/10/2025), total sudah ada 116 korban yang ditemukan, dengan 13 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Keajaiban di Tengah Tragedi
Keluarga Alfatih merasakan keajaiban di tengah tragedi ini. “Hari-hari ini adalah waktu penuh syukur bagi kami. Sebuah keajaiban dari reruntuhan musala yang hampir merenggut nyawa putra kami,” ungkap Abdul Hanan dengan penuh rasa syukur.
Proses pencarian masih terus dilakukan, dengan harapan semua korban dapat ditemukan secepatnya.

