Site icon Aksaraintimes.id

BMKG ungkap penyebab hujan deras NTT hingga 30 Desember 2025

Peringatan Cuaca Ekstrem di NTT pada Akhir Tahun 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada periode 28 hingga 30 Desember 2025. Peringatan ini berdasarkan pengaruh dari Bibit Siklon Tropis 96S yang berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat.

Potensi Hujan Lebat dan Petir

BMKG memprediksi bahwa hujan sedang hingga lebat akan terjadi di beberapa kabupaten di NTT, termasuk Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Rote Ndao, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, dan Pulau Sumba. Hujan tersebut juga disertai dengan petir atau kilat serta angin kencang yang berlangsung singkat.

Meskipun potensi angin kencang secara umum relatif rendah, masyarakat tetap diminta untuk waspada karena hujan lebat dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Gelombang Laut Tinggi

Selain hujan, BMKG juga mengingatkan tentang potensi gelombang laut tinggi di sejumlah perairan selatan Indonesia. Gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter diprediksi terjadi di Samudra Hindia selatan Bali hingga NTT, sementara gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Sawu dan perairan selatan Bali hingga Timor.

BMKG menyarankan kepada masyarakat, khususnya nelayan dan operator transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi dan aplikasi INFO BMKG.

Dampak dari Bibit Siklon Tropis 96S

Bibit Siklon Tropis 96S yang berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat meskipun bergerak menjauh, masih memicu belokan dan perlambatan angin di wilayah NTT. Situasi ini mendukung pertumbuhan awan hujan intensitas sedang hingga lebat.

Masyarakat diimbau untuk tidak meremehkan ancaman cuaca ekstrem ini. Meski angin kencang tidak menjadi ancaman utama, hujan lebat tetap bisa berdampak serius jika tidak diwaspadai.

Langkah Pencegahan dan Kewaspadaan

Beberapa langkah pencegahan penting dilakukan oleh masyarakat, antara lain:
* Memastikan keamanan rumah dan bangunan agar tidak rusak akibat hujan deras.
* Menghindari daerah rawan banjir dan longsor, terutama saat hujan turun dalam durasi lama.
* Meningkatkan kewaspadaan bagi para nelayan dan pengguna transportasi laut terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu.

BMKG juga menyarankan agar masyarakat selalu memperbarui informasi cuaca melalui saluran resmi yang tersedia. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.

Kesimpulan

Peringatan dari BMKG menggarisbawahi pentingnya kesadaran masyarakat terhadap perubahan cuaca yang bisa berdampak signifikan. Meski angin kencang tidak menjadi ancaman utama, hujan lebat dan gelombang laut tinggi tetap memerlukan perhatian khusus. Dengan kewaspadaan yang tinggi, masyarakat dapat mengurangi risiko bencana yang mungkin terjadi.

Exit mobile version