Kepala Badan Pangan Nasional Amran Sulaiman menyatakan bahwa ada lebih dari satu juta ton stokberasalokasi program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) tahun ini.
“Bapak Presiden memerintahkan operasi pasar terus-menerus. Alokasi stok kita masih ada 1 juta lebih untuk beras operasi pasar,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Senin, 20 Oktober 2025.
Amran mengatakan operasi pasar tersebut ditargetkan selesai pada Februari 2026. Ia berjanji terus gencar menyalurkan beras SPHP melalui Perusahaan Umum Bulog.
Berdasarkan laporan realisasi penjualan beras SPHP hingga 19 Oktober, terdapat hampir 500 ribu ton atau 492,9 ribu ton yang telah tersalurkan kepada masyarakat. Adapun total target penyaluran beras tahun ini adalah 1,5 juta ton.
Sementara itu, realisasi penjualan beras SPHP melalui mitra saluran pasar tradisional tercatat mencapai 51,8 ribu ton. Sementara melalui ritel modern tersalurkan sebanyak 17,3 ribu ton.
Selain melalui SPHP, Amran mengatakan pemerintah melakukan operasi pasar lainnya yakni melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Sejak awal pelaksanaan yaitu Januari hingga 17 Oktober tahun ini, Amran menyatakan program GPM telah diadakan sebanyak 10.212 kali.
Ia mengatakan realisasi GPM tahun ini meningkat hingga 665 kali dibandingkan pada 2024 yang saat itu tercatat sebanyak 9.547 kali. Ia juga membandingkan realisasi GPM pada 2022 hanya terlaksana sebanyak 442 kali. Realisasinya mulai meningkat pada 2023 dengan jumlah 1.626 kali.
Amran mengatakan GPM memainkan peran penting sebagai salah satu instrumen stabilisasi harga pangan. Menurutnya, frekuensi pelaksanaan GPM yang masif turut berkontribusi pada pengendalian tingkat inflasi, terutama inflasi komponen harga bergejolak (volatile food) atau inflasi pangan.
Ia menyatakan, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pangan pada tahun berjalan (year to date) 2025 berada di 3,32 persen.
Menurut Amran, tingkat inflasi tersebut masih dalam koridor target inflasi pangan yang ditetapkan dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) Tahun 2025 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 31 Januari 2025. Dalam HLM TPIP, kata Amran, inflasi barang makanan volatil harus dipertahankan dalam kisaran 3 hingga 5 persen.
Sementara tingkat inflasi pangan tahun berjalan 2025 berada di 3,32 persen.
Pada 4 Oktober lalu, Perum Bulog mencatat s
Secara kumulatif telah menyalurkan 462 ribu ton beras SPHP atau sekitar 30 persen dari target nasional 1,5 juta ton. Sepanjang September 2025, realisasi penyaluran beras SPHP mencapai 143.866 ton. Menurut Direktur Operasional dan Pelayanan Publik PerumBulogMokhamad Suyamto, jumlah ini naik 59 persen dibandingkan bulan Agustus 2025 sekaligus menjadi rekor tertinggi realisasi SPHP pada September dalam tiga tahun terakhir.
Suyamto berjanji terus meningkatkan penyaluran beras melalui tujuh saluran distribusi utama yaitu pasar tradisional, pasar ritel modern, jaringan Koperasi Desa Merah Putih, kegiatan Gerakan Pangan Murah, outlet BUMN pangan, jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog, hingga jalur distribusi langsung berbasis komunitas.

