Site icon Aksaraintimes.id

Banjir rob mengancam pesisir Bangka Belitung

Prediksi Banjir Rob di Wilayah Pesisir Bangka Belitung

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa banjir rob masih berpotensi terjadi di wilayah pesisir Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga 12 Desember 2025. Meskipun demikian, pasang maksimum air laut diperkirakan akan mengalami penurunan setelah mencapai puncaknya pada 8 dan 9 Desember lalu.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, Annisa Fatikasari, menyampaikan bahwa pasang maksimum pada 10 Desember masih terpantau cukup tinggi. Berdasarkan data dari tabel pasang surut Pushidrosal, ketinggian pasang diprediksi mencapai 3,4 meter pada pukul 17.00 WIB.

Annisa menegaskan bahwa peringatan potensi banjir rob masih berlaku hingga 12 Desember. Namun, ketinggian pasang mulai menurun setelah puncaknya terjadi pada 8 dan 9 Desember 2025. Setelah tanggal tersebut, pasang air laut diperkirakan tidak lagi menyebabkan banjir rob.

Menurut Annisa, ambang batas potensi banjir rob biasanya terjadi ketika ketinggian pasang berada di atas 2,7 meter, terlebih jika diikuti oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Ia menjelaskan bahwa kenaikan signifikan pasang air laut tahun ini bukan hanya disebabkan oleh fase purnama. Ada beberapa faktor meteorologis dan oseanografis yang turut berkontribusi.

“Fase bulan memang memengaruhi pasang karena gaya tarik bulan lebih kuat. Namun, kenaikan tahun 2025 bukan hanya akibat purnama,” ujar Annisa. Ia menyebutkan beberapa faktor lain yang memengaruhi tinggi pasang air laut, antara lain posisi bulan yang lebih dekat ke Bumi (perigee), angin musiman yang memperkuat dorongan air laut, tekanan udara yang memicu anomali pasang, serta kondisi arus dan gelombang yang memperbesar dorongan air ke daratan.

“Kombinasi faktor-faktor inilah yang membuat pasang maksimum tahun ini meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Annisa. Kenaikan muka air laut maksimum tersebut berdampak langsung pada meluasnya banjir rob di sejumlah pesisir Bangka Belitung.

Warga diimbau tetap waspada, terutama pada waktu-waktu pasang maksimum yang masih berpotensi terjadi hingga dua hari ke depan. BMKG mengimbau masyarakat pesisir, termasuk nelayan, operator pelabuhan, dan warga yang tinggal di kawasan rendah, untuk terus memantau informasi resmi terkait pasang surut dan cuaca.

Dengan tren penurunan pasang air laut mulai 13 Desember, kondisi diperkirakan kembali normal. Namun, BMKG tetap mengingatkan bahwa cuaca ekstrem dan dinamika laut dapat berubah cepat. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari sumber resmi.




Exit mobile version