Bahasa Indonesia Resmi dalam Sidang Umum UNESCO
Bahasa Indonesia secara resmi menjadi bahasa ke-10 yang digunakan dalam sidang umum United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Hal ini terjadi dalam sidang umum ke-43 UNESCO yang diadakan di Uzbekistan pada Selasa, 4 November 2025. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjadi yang pertama kali berpidato menggunakan Bahasa Indonesia dalam forum internasional tersebut.
“Penetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO memperkuat jembatan pemahaman antarbangsa,” ujar Mu’ti dalam pidatonya di forum tersebut. Ini merupakan pertama kalinya Bahasa Indonesia digunakan dalam forum UNESCO sejak Indonesia bergabung dengan organisasi internasional ini pada tahun 1950.
Dalam pidatonya, Mu’ti membahas filosofi pendidikan bermutu untuk semua. Ia menekankan bahwa pendidikan, sains, dan kebudayaan harus menjadi kompas etika yang menuntun kolaborasi global. “Tidak ada satu pun anak, guru, atau jurnalis yang tertinggal, terutama di wilayah konflik,” kata dia.
Pembahasan Pendidikan di Wilayah Konflik
Pada kesempatan tersebut, Mu’ti juga membahas isu pendidikan di wilayah konflik seperti Gaza, Palestina. Menurutnya, komunitas internasional memiliki kewajiban untuk memastikan akses pendidikan dan informasi tetap dapat diakses oleh masyarakat di wilayah tersebut. “Memastikan perlindungan tanpa syarat atas pemenuhan hak-hak fundamental pelajar di sana,” tutur dia.
Mu’ti juga menyampaikan capaian angka partisipasi sekolah usia 7–12 tahun di Indonesia mencapai 99,19 persen, serta usia 13–15 tahun di angka 96,17 persen. Ia menjelaskan arah pendidikan Indonesia saat ini meliputi mutu pembelajaran dan kesetaraan akses, pembelajaran mendalam yang berkesadaran dan menggembirakan, pengenalan akal imitasi (AI) dan koding.
Fokus pada Kualitas dan Akses Pendidikan
Selain itu, Mu’ti menyebutkan penguatan karakter, peningkatan kapasitas serta kesejahteraan guru, pemenuhan gizi anak sekolah, hingga pengembangan Sekolah Rakyat bagi keluarga kurang mampu. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap siswa mendapatkan layanan pendidikan yang memadai dan merata.
Sidang Umum UNESCO ke-43 di Samarkand, Uzbekistan, dihadiri oleh 194 negara anggota dan 12 anggota asosiasi. Acara ini diagendakan membahas dan mengadopsi program dan anggaran UNESCO, sekaligus menetapkan garis kebijakan lintas-sektor untuk periode 2026–2029. Sektor yang dibahas mencakup pendidikan, sains alam dan sosial, kebudayaan, serta komunikasi dan informasi.
Karya Sastra yang Menjanjikan pada 2024

