Peristiwa Tumbler Hilang yang Berujung pada Mediasi
Kasus tumbler hilang milik penumpang KRL bernama Anita akhirnya menemui babak baru. Setelah berbagai peristiwa yang terjadi, Anita dan Argi Budiansyah akhirnya bertemu langsung dalam sebuah mediasi yang digelar oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Mereka berdamai dan saling bersalaman, menciptakan momen yang hangat dan penuh makna.
Anita Mengunggah Video Permintaan Maaf
Anita muncul dan menyampaikan permohonan maaf lewat sebuah video yang diunggah ke Threads @anitadewl. Ia didampingi Alvin Harris, suaminya, dan meminta maaf karena kurang bijak dalam bersikap sehingga menyakiti banyak pihak. Dalam video tersebut, ia dan Alvin terlebih dahulu memohon maaf atas ucapan dan perbuatan mereka.
Alvin sadar bahwa sikapnya dan istri beberapa waktu lalu telah berdampak, bahkan merugikan orang lain. Terutama bagi Argi Budiansyah, petugas KAI di Stasiun Rangkas Bitung yang dipecat imbas viralnya postingan Anita.
“Beberapa hari terakhir ini banyak berita beredar dan berkembang di media sosial terkait perbuatan kami berdua. Maka dari video yang kami buat ini, kami berdua ingin meminta permohonan maaf sebesar-besarnya khususnya kepada saudara Argi dan semua pihak terkait yang terkena dampak dan dirugikan atas ucapan dan perbuatan kami berdua,” ucap Alvin.
Proses Mediasi yang Lancar
Sementara itu, melalui akun Instagram @commuterline terungkap bahwa Anita ternyata sudah bertemu langsung dengan Argi Budiansyah. Keduanya bertemu di sebuah ruangan bersama dengan Alvin dan seorang wanita berhijab. Argi memakai kemeja abu-abu sementara Anita mengenakan baju dan jilbab warna biru. Mereka kemudian bersalaman. Anita bahkan tersenyum semringah saat menyalami tangan Argi. Begitu pula dengan Alvin, suami Anita, yang turut merangkul bahu Argi.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melakukan mediasi antara Anita dan Argi. Mediasi dilakukan pada Kamis (27/11/2025) malam. Dalam pernyataannya, @commuterline menjelaskan:
“KAI Commuter dan KAI Wisata melakukan proses mediasi antara Petugas Passenger Service Stasiun Rangkasbitung dengan salah satu pengguna Commuter Line yang sebelumnya melaporkan barang bawaannya tertinggal di dalam kereta sehingga berbuntut ramai di media sosial. Mediasi berjalan lancar dan damai secara kekeluargaan untuk saling memaafkan. Kami berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama untuk saling peduli, menghargai dan bertenggang rasa satu sama lain dalam mewujudkan transportasi yang aman dan nyaman.”
Pengakuan Anita atas Kesalahan yang Dilakukannya
Anita menambahkan bahwa ia akhirnya sadar belum bijak dalam menyikapi masalah. Hal itu kemudian berimbas menyakiti pihak lain. “Kami sangat sadar cara kami menyikapi kejadian ini sangat tidak bijak sehingga melukai banyak perasaan orang-orang di luar sana,” imbuh Anita.
Ia mengaku masalah tersebut menjadi pembelajaran berharga untuknya. Ia berjanji akan lebih bijak dan berhati-hati. Di akhir pernyataannya, Anita kembali meminta maaf. “Kejadian ini sebagai pembelajaran untuk kami supaya lebih berhati-hati lagi ke depan. Dari lubuk hati yang paling dalam, kami sangat meminta maaf yang sebesar-besarnya,” pungkas Anita.
Kronologi Kejadian yang Menjadi Sorotan
Pada awalnya, Anita menceritakan kisahnya melalui akun Threads @anitadewl tentang cooler bag-nya yang tertinggal di gerbong kereta. Ia kemudian menghubungi petugas untuk mengambil kembali cooler bag berisi alat pumping ASI hingga tumbler tersebut. Anita sendiri tak menampik kalau tertinggalnya cooler bag merupakan kelalaiannya juga.
“Jadi ceritanya gini. Disclaimer aku minta maaf juga sebelumnya karna faktor lupa jadi ketinggalan coolerbag-ku di bagasi kereta. Hari Senin pulang kerja aku naik commuter line St Tanah Abang – Rangkas Bitung sekitar pukul 19.00. Aku turun di St Rawa Buntu sekitar pukul 19.40. Setelah turun aku baru tersadar cooler bag ku tetinggal di bagasi commuter line. Aku langsung lapor petugas (seragam security), aku menjelaskan,” kata Anita sambil menyertakan bukti chat dengan petugas.
Cooler bag Anita berhasil ditemukan oleh petugas di gerbong khusus wanita. Lewat foto yang dikirimkan, tumbler warna biru juga terlihat masih berada di dalamnya. Cooler bag milik Anita kemudian diamankan di Stasiun Rangkas Bitung. Keesokan harinya, Anita mengambil cooler bag tersebut, namun saat dicek, tumbler sudah tidak ada di dalamnya.
“Keesokan harinya pulang kerja (malam hari juga) aku pun segera mengambil coolerbag ku bersama suami di St Rangkas Bitung. Sesampainya di sana singkat cerita aku sudah terima cooler bag ku. Dan…. jeng jeng shock berat pas di buka ko ada yg hilang!!! TUMBLER TUKUKU TIDAK ADA KECEWA,” tulisnya.
Tulisan Anita di Threads ternyata viral dan berdampak ke Argi Budiansyah selaku petugas KAI di Stasiun Rangkas Bitung yang menerima cooler bag. Argi sempat mengaku dipecat dari pekerjaannya. Padahal ia telah menawarkan diri membantu Anita untuk proses pengecekan CCTV. Ia bahkan bersedia mengganti tumbler tersebut. Namun Anita malah memviralkannya ke media sosial.

