Site icon Aksaraintimes.id

5 Fakta Kematian Terapis Muda di Pejaten, Diduga Kabur dari Mess

Fakta-Fakta Mencengangkan Mengenai Kematian Terapis Perempuan di Pejaten

Sebuah kasus kematian yang mengejutkan terjadi di wilayah Pejaten, Jakarta Selatan. Korban diketahui adalah seorang terapis perempuan yang ditemukan dalam kondisi meninggal di area tanah kosong pada dini hari. Berikut ini 5 fakta penting yang terungkap dari penyelidikan berlangsung.

1. Korban Masih Di Bawah Umur

Salah satu fakta utama yang muncul adalah bahwa korban, yang dikenal dengan inisial RTA, masih berstatus di bawah umur. Meskipun ada perbedaan informasi mengenai usia korban, pihak kepolisian telah membenarkan bahwa RTA belum mencapai batas usia dewasa. Hal ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan adanya potensi pelanggaran hukum terkait pekerjaan anak di bawah umur.

Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, menyatakan bahwa RTA bekerja sebagai terapis pijat dan masih di bawah umur. Ia juga menegaskan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

2. Baru Sebulan Bekerja di Pejaten

RTA sebelumnya bekerja selama delapan bulan di Bali. Setelah itu, ia dipindahkan ke cabang Delta Spa di Pejaten, Jakarta Selatan. Di sini, ia hanya bekerja selama sebulan. Dari keterangan saksi, RTA disebut sebagai sosok yang pendiam dan jarang berinteraksi dengan rekan kerjanya. Bahkan, beberapa waktu terakhir, ia lebih sering menyendiri dan tidak banyak bicara.

Menurut AKBP Ardian, hal ini bisa jadi faktor penentu dalam kematiannya. Karena masih baru di tempat kerja, RTA mungkin merasa tidak nyaman atau tertekan, yang bisa memengaruhi psikologinya.

3. Diduga Kabur dari Mess

Dugaan kuat menyebutkan bahwa RTA kabur dari mess tempatnya tinggal. Dari hasil penyelidikan, ditemukan jejak telapak kaki korban di gedung sebelah, yang menunjukkan bahwa ia naik ke dinding dan akhirnya terjatuh. Awalnya, RTA menjebol atap plastik mess Delta SPA untuk keluar. Ia lalu melompat ke gedung sebelah dan terjatuh.

Pihak kepolisian masih mendalami apakah RTA melompat secara sadar atau justru terjatuh secara tidak sengaja. Saat ditemukan, jenazah RTA dalam posisi telentang dan kaki miring ke kanan. Ia mengenakan kaos abu-abu dan celana panjang abu-abu. Di dekat tubuhnya juga ditemukan kain selendang dan dompet berisi dua ponsel.

4. Denda Rp 50 Juta Jika Keluar dari Pekerjaan

Beberapa hari sebelum kematiannya, RTA sempat curhat kepada kakaknya, Muhammad Fahrul Rozi, tentang tekanan dalam pekerjaan. Menurut pesan WhatsApp-nya, RTA menyebutkan bahwa banyak teman-temannya yang sudah kabur dari mess. Ia juga mengungkap bahwa pihak spa meminta denda sebesar Rp 50 juta jika karyawan resign atau keluar kerja kurang dari satu tahun.

Fahrul Rozi membenarkan hal ini. Ia mengatakan bahwa pesan tersebut dikirim oleh adiknya empat hari sebelum ditemukan tewas. Informasi ini menunjukkan adanya tekanan eksternal yang mungkin berkontribusi pada situasi mental korban.

5. Identitas Korban Tidak Sesuai dengan KTP

Polisi juga mengungkap bahwa foto KTP dengan wajah korban yang ditemukan di TKP terlihat berbeda. Hal ini memicu dugaan bahwa identitas korban mungkin tidak sesuai dengan data resmi. Untuk memastikan identitas asli korban, polisi akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

AKP Citra Ayu, Kanit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa perbedaan ini perlu didalami lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebenaran identitas korban.

Penemuan Mayat oleh Satpam Ruko

Mayat RTA pertama kali ditemukan oleh satpam ruko berinisial AM. Pada awalnya, AM mendapat informasi dari penghuni ruko bahwa ada suara teriakan perempuan di belakang ruko. Bersama saksi lain, AM mengecek sumber suara tersebut menggunakan tangga karena area tersebut tertutup oleh tembok setinggi 3 meter.

Tak disangka, mereka menemukan tubuh perempuan tergeletak di lahan kosong. Saat dipanggil oleh saksi, korban tidak merespons. Akhirnya, AM melaporkan penemuan mayat wanita tersebut ke Polsek Pasar Minggu.

Exit mobile version