Site icon Aksaraintimes.id

232 Hektare Sawah di Pinrang Diserang Hama, Petani Rugi Besar

Serangan Hama Ancam Ribuan Hektare Sawah di Pinrang

Di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), sekitar 232 hektare sawah terkena serangan hama. Wilayah yang paling terdampak adalah Kecamatan Cempa dan Patampanua. Hama yang menyerang meliputi penggerek batang dan tikus. Kondisi ini membuat para petani khawatir karena tanaman padi mereka mulai mengering dan mati.

Para petani kini merasa panik lantaran ancaman hama penggerek batang bisa berdampak pada gagal panen. Salah satu petani, Jamil Hasim, mengungkapkan bahwa hampir seluruh tanaman padi yang ditanamnya mengering setelah diserang hama penggerek batang.

“85 are, ini hasilnya saya dapat 19 karung. Biasanya bisa dapat 45 karung. Diserang penggerek batang,” katanya.

Jamil menyebutkan bahwa kerugian yang dialami akibat serangan hama ini sangat besar. Hasil panen tidak mampu menutupi biaya penanaman dan perawatan padi. Sewa traktor saja mencapai Rp 2 juta per hektar, sementara harga gabah saat ini hanya Rp 7.200 per kilo.

Petani lainnya, Aco, juga mengeluhkan hasil panen musim tanam kali ini yang jauh lebih rendah dibandingkan musim sebelumnya. Sawah seluas 2 hektare miliknya hanya menghasilkan 45 karung gabah, padahal sebelumnya bisa mencapai ratusan karung.

“Jauh sekali perbandingan hasil panennya, kemarin ada ratusan karung, sekarang cuma 45 hektare,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Pinrang, Andi Sinapati Rudy, menjelaskan bahwa dari laporan anggotanya, jumlah sawah yang terserang hama penggerek batang mencapai 115 hektare di Kecamatan Cempa. Sementara itu, luas sawah yang terserang tikus mencapai 117 hektare di Kecamatan Patampanua.

“Anda sudah tahu, kebanyakan petani kita tidak menanam sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Ini menjadi salah satu penyebab utama serangan hama,” kata Andi Sinapati.

Menurutnya, banyak petani yang masih menunda penanaman padi meskipun telah diberi rekomendasi oleh penyuluh pertanian. “Bertanam di bulan Januari akan berisiko tinggi terkena serangan hama. Ini resikonya,” tambahnya.

Penyebab Utama Serangan Hama

Beberapa faktor menjadi penyebab utama serangan hama di wilayah Pinrang. Salah satunya adalah ketidakpatuhan petani terhadap jadwal penanaman yang telah ditentukan. Hal ini memicu kondisi lingkungan yang ideal bagi hama untuk berkembang biak.

Selain itu, kurangnya pemahaman petani tentang pola tanam yang tepat juga menjadi kendala. Banyak petani yang tidak menyadari bahwa penanaman di waktu tertentu bisa meningkatkan risiko serangan hama.

Langkah yang Diambil Pemerintah Daerah

Pemerintah daerah telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi masalah ini. Diantaranya adalah memberikan edukasi kepada petani tentang pentingnya menanam sesuai jadwal dan cara mengelola sawah agar minim risiko hama.

Selain itu, pihak dinas juga sedang memperkuat sistem pengawasan dan monitoring terhadap serangan hama. Dengan demikian, upaya pencegahan dan mitigasi bisa dilakukan secara lebih cepat dan efektif.


Exit mobile version