Memahami Kohesi dan Koherensi Teks dalam Kurikulum Merdeka 2025
Kohesi dan koherensi teks merupakan dua konsep penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya untuk siswa kelas 11 SMA yang mengikuti Kurikulum Merdeka 2025. Materi ini bertujuan untuk membantu siswa memahami cara menyusun kalimat yang saling terhubung secara logis dan gramatikal. Dengan memahami konsep ini, siswa dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca, menulis, serta menganalisis teks.
Pengertian Kohesi dan Koherensi Teks
Kohesi merujuk pada hubungan antar kata atau kalimat dalam sebuah teks yang menciptakan kesatuan dan keterkaitan. Hal ini bisa dicapai melalui penggunaan kata ganti, konjungsi, pengulangan kata, atau bahkan elipsis. Sementara itu, koherensi lebih menekankan keterkaitan makna antar kalimat. Teks yang koheren memiliki alur yang jelas dan mudah dipahami oleh pembaca.
Soal pilihan ganda sering digunakan dalam pembelajaran materi ini karena membantu siswa memahami hubungan ide, waktu, dan sebab-akibat dalam teks secara efektif.
Contoh Soal Pilihan Ganda
Berikut adalah beberapa contoh soal pilihan ganda tentang kohesi dan koherensi teks:
-
Kalimat berikut yang menunjukkan kohesi gramatikal adalah…
A. Ia pergi ke pasar, lalu membeli buah.
B. Ia sangat senang karena cuaca cerah.
C. Cuaca hari ini sangat panas.
D. Buah-buahan sangat baik untuk kesehatan.
E. Pasar itu ramai sekali.
Jawaban: A -
Kata penghubung yang menunjukkan hubungan sebab-akibat adalah…
A. tetapi
B. kemudian
C. karena
D. walaupun
E. bahkan
Jawaban: C -
Perhatikan kalimat berikut: “Siswa itu rajin belajar. ___ ia selalu mendapat nilai tinggi.” Kata yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang adalah…
A. Karena
B. Namun
C. Oleh karena itu
D. Bahkan
E. Meskipun
Jawaban: C -
Kohesi leksikal dapat ditunjukkan melalui…
A. Penggunaan kata ganti
B. Pengulangan kata
C. Kalimat majemuk
D. Kalimat langsung
E. Kalimat tanya
Jawaban: B -
Kalimat berikut yang menunjukkan koherensi antar kalimat adalah…
A. Ia membeli buku. Buku itu sangat menarik.
B. Ia membeli buku. Ia juga membeli pensil.
C. Ia membeli buku. Kemudian ia pulang.
D. Ia membeli buku. Buku itu mahal.
E. Ia membeli buku. Ia membaca koran.
Jawaban: A -
Kata ganti yang digunakan untuk menjaga kohesi teks adalah…
A. dan
B. tetapi
C. ia
D. karena
E. lalu
Jawaban: C -
Kalimat berikut yang tidak koheren adalah…
A. Ayah pergi ke kantor. Ibu memasak di dapur.
B. Siswa belajar di kelas. Guru mengajar dengan semangat.
C. Adik bermain bola. Kakak membaca buku.
D. Paman memancing di sungai. Mobil itu melaju kencang.
E. Ibu membeli sayur. Ayah membeli buah.
Jawaban: D -
Kohesi gramatikal dapat dibentuk dengan cara berikut, kecuali…
A. Penggunaan kata ganti
B. Pengulangan kata
C. Penggunaan konjungsi
D. Penggunaan sinonim
E. Penggunaan elipsis
Jawaban: D -
Kalimat berikut yang menunjukkan hubungan waktu adalah…
A. Ia belajar karena ingin sukses.
B. Ia belajar sebelum berangkat sekolah.
C. Ia belajar meskipun lelah.
D. Ia belajar agar mendapat nilai baik.
E. Ia belajar dengan sungguh-sungguh.
Jawaban: B -
Fungsi utama kohesi dalam teks adalah…
A. Menyusun kalimat menjadi paragraf
B. Menyambungkan ide antar kalimat
C. Menentukan tema tulisan
D. Menyusun struktur teks
E. Menentukan gaya bahasa
Jawaban: B
Pentingnya Memahami Kohesi dan Koherensi Teks
Pemahaman tentang kohesi dan koherensi teks sangat penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dengan memahami kedua konsep ini, siswa tidak hanya mampu menyusun teks yang baik, tetapi juga mampu menganalisis dan memahami teks yang mereka baca. Dalam kurikulum Merdeka 2025, penekanan diberikan pada kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan kreatif, sehingga pemahaman akan kohesi dan koherensi menjadi salah satu aspek yang harus dikuasai.

